Tetiba terjumpa artikel ni. Terbayang satu persatu kes buang bayi di siarkan. Statistik yg dikeluarkan oleh JPN.. andai di kali dua dan ditambah.. maka berganda sebenarnya nilai tersebut. Bukan nilai anak luar nikah.. Tp nilai si bapa dan si ibu bayi. Seorang bayi melibatkan seorang lelaki dan seorang wanita, so kali dua. Di tambah plak jmlh si bapa dan si ibu dgn kes bayi yg x didaftarkan, sbb JPN keluarkan yg d dftrkan je.. tmbh lg dgn yg x lahirkan bayi luar nikah n tolak ckt sbb ada juga yg mana lelaki tu org yg same. Di harap si bapa dan si ibu, si pembuat dan x buat agar boleh mengambil pengajaran dari kisah ini..
Kisah Asy Syubali :
Ketika melewati pemakaman dalam perjalanan ke hutan, Asy Syubali melihat seorang pemuda kurus kering, pakaian lusuh dan rambut acak-acakan sedang duduk diantara batu-batu nisan kuburan. Sekali-kali ia memandang ke langit. Pipinya basah oleh air mata. Bibirnya kumat-kamit melantunkan dzikir.
Asy Syubali yang mendengar lirih suara pemuda itu tertarik menghampirinya. Gerangan apakah yang mendorong pemuda itu wirid sedemikian khusuknya. Namun begitu melihat kedatangan Asy Syubali pemuda itu segera bangkit lari menghindarinya. Asy Syubali terus mencuba menghamprinya, tetapi si pemuda semakin mempercepat larinya.
"Tunggulah aku," pinta Asy Syubali berteriak.
Pemuda itu tetap berlari sambil berwirid, "Allah, Allah, Allah,"
"Tunggulah aku," Asy Syubali kembali mengucapkan kata-kata itu sambil mengejarnya.
Pemuda itu memberi isyarat tidak mau berhenti dengan tangannya sambil terus-menerus mengucap lafal , Allah, Allah, Allah....."
"Kalau benar apa yang engkau katakan,"komentar Asy Syubali,"tunjukanlah kebenaranmu bersama Allah SWT." pinta Asy Syubali.
Tiba-tiba pemuda itu berteriak melengking," Yaa Allah.....!!" lalu pemuda itu tersungkur ke tanah dan tidak sedarkan diri.
Asy Syubali mempercepat langkah dan menghampirinya. Tetapi pemuda itu telah meninggal dunia.
"Allah menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang dikehendakinya," ucap Asy Syubali pada diri sendiri.
Lalu disertai rasa bersalah, ia melangkah ke perkampungan terdekat untuk meminta bantuan orang lain mengurus jenazah si pemuda. Tetapi suatu keajaiban terjadi. Ketika ia kembali ke tempat semula, tidak ditemuinya lagi jenazah si pemuda. Terfikir oleh Asy Syubali telah ada orang yang mengurusnya.
Pada saat yang bersamaan, Asy Syubali mendengar suara ghaib,"Hai Syubali, aku telah menyelesaikan urusan pemuda itu, dan tidak menguasainya kecuali para malaikat. Maka teteplah engkau beribadah dan perbanyaklah sedekahmu. Karana pemuda ini mencapai darjat yang tinggi dengan sedekahnya pada suatu hari dalam sepanjang masa."
"Aku bertanya dengan nama Allah, hendaknya engkau ceritakan padaku tentang sedekahnya pemuda tadi pada suatu hari sepanjang masa itu," pinta Asy Syubali.'
"Hai Syubali," jawab suara gaib itu. "Sesungguhnya pemuda ini pada mulanya adalah orang yang fasiq dan ahli zina. Lalu Allah memperlihatkan padanya mimpi mengerikan, yakni buah dzakarnya berubah menjadi ular dan berputar-putar pada mulutnya. Kemudian dari mulutnya menyemburkan api dan membakarnya sehingga menjadi hitam legam. sejak saat itu pemuda tadi bertaubat, dan senantiasa tenggelam dalam ibadah kepada Tuhan.
Dari waktu dia bermimpi buruk sampai hari kematiannya ini, masa bertaubat pemuda itu terhitung sudah selama 12 tahun. Sebelum waktu kematiannya tiba, datanglah seorang pengemis yang meminta makan padanya. Pengemis yang bergembira menerima pemberian pemuda itu, menengadahkan tangannya ke langit dan mendoakan si pemuda agar diampuni semua dosa-dosanya. Dan Allah mengabulkan doa pengemis pada si pemuda tadi."
Suara itu lalu menghilang dan Asy Syubali kembali ke keheningan hutan,"gerangan suara siapakah tadi?. tapi ceritanya mengenai si pemuda tadi masuk di akal dan seperti benar-benar menceritakan kisah hidup si pemuda itu. Apalagi sedekahnya pemuda itu kepada si pengemis. "Benar.. rahmat Alloh akan diberikan kepada siapa saja yang dikehendakinya. batin Asy Syubali
Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud;
“Daripada kalangan umatku ini, siapa yang sayangkan hartanya sendiri?” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapa yang lebih menyayangi harta orang lain melebihi hartanya sendiri?” Baginda bersabda lagi, “Harta sendiri adalah harta yang didermakan,disedekahkan kepada orang lain. Harta orang lain adalah harta yang disimpan yang tidak disedekahkan kepada sesiapa”





